Gigi Runcing Menjadi Ukuran Kecantikan Suku Bagobo, Filipina

Ada yang bilang kalau ukuran cantik itu relatif. Nggak salah sih memang. Semua kembali pada orang yang melihat dan bergantung pada sudut pandang dan standarisasi orang terhadap hal tersebut. Itulah kenapa tidak jarang anda melihat wanita cantik lagi jalan sama pacarnya, yang menurut pandangan anda sama sekali jauh dari kata tampan, apalagi sempurna. Parahnya lagi, sebagian orang bakalan ngejudge dan ngebully orang itu dengan kata-kata sindiran. Iya kan? Setuju dong?

Untuk wanita, ukuran cantik biasanya dinilai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Memiliki kulit yang putih dan bersih dan bentuk tubuh yang ideal adalah beberapa kriteria yang sangat mempengaruhi penilaian seseorang mengenai ukuran cantik tersebut.

Itu sih pendapat sebagian besar masyarakat. Tapi bukan berarti itu ukuran muthlak lho guys. Beberapa diantaranya juga punya pendapat yang berbeda. Malahan ada yang berpendapat bahwa putih itu membosankan, dan kulit gelap itu lebih eksotis dan menantang. Jadi, jangan khawatir untuk anda yang tidak berkulit putih.

Selain berkulit putih dan memiliki bentuk tubuh yang ideal, ternyata ukuran cantik tidak sesederhana itu. Setiap negara memiliki ukuran cantik yang berbeda-beda. Nggak percaya? Baca saja artikel ini, supaya anda bisa percaya. Karena ini bukan sekedar asumsi semata, melainkan sebuah fakta yang benar-benar ada di dunia.

Cantik Menurut Suku Bagobo

Seperti yang diketahui, untuk mendapatkan penampilan yang cantik, wanita mana pun akan melakukan segala cara demi mendapatkan kecantikan tersebut. Nah, salah satunya adalah para wanita dari suku bagobo ini. Suku Bagobo merupakan salah satu suku yang hidup dan tinggal di wilayah Mindanao, yaitu wilayah paling timur dari Filipina.

Suku Bagobo ini termasuk suku primitif, yang masih sangat kental dengan kebudayaan-kebudayaan konvensional. Banyak keunikan yang bisa anda temukan pada suku ini. Dan salah satu keunikan tersebut terletak pada standarisasi atau penentuan kecantikan seorang wanita.

Selain suku bagobo, ada banyak memang suku-suku di negara lain yang juga memiliki tradisi kecantikan yang unik tersebut. Misalnya saja suku karen di thailand. Menurut suku ini, semakin panjang leher wanita, maka semakin cantiklah wanita itu. Tapi coba saja tanya pendapat orang Indonesia mengenai hal tersebut. Waktu pertama kali melihatnya, bukannya kata cantik yang keluar dari mulut mereka, melainkan kata “mengerikan”.

Beranjak dari suku thailand tersebut, pembahasan akan kembali pada suku Bagobo di filipina. Di suku ini, ukuran cantik wanita dilihat dari keadaan gigi mereka. Kalau pada umumnya wanita di Indonesia sangat mendambakan gigi yang putih, teratur dan rapi, di suku ini malah sebaliknya.

Tujuan Tradisi Meruncingkan Gigi Pada Suku Bagobo

Pernah nonton film vampir atau drakula nggak? Di dalam film ini, anda akan menemukan sosok yang menyerupai manusia, tapi bukan manusia, yang memiliki gigi yang runcing. Gigi runcing ini digunakan untuk melumpuhkan musuh dengan cara menggigit leher dan menghisap darah mereka. Bentuk gigi vampir ini 11-12 dengan gigi para wanita di suku Bagobo yang ada di Filipina.

Setiap wanita di suku ini diwajibkan untuk memiliki gigi yang runcing seperti vampir yang ada di film-film. Keharusan ini ternyata memiliki tujuan tertentu. Tidak hanya berfungsi untuk mempercantik diri, tradisi meruncingkan gigi ini ternyata juga difungsikan sebagai alat proteksi bagi para wanita. Jadi kalau ada yang macam-macam, ya tinggal gigit saja. Wah, seru juga tuh kayaknya.

Cara Meruncingkan Gigi Ala Suku Bagobo

Untuk bisa membuat gigi menjadi runcing seperti taring, ada cara-cara khusus yang dilakukan oleh suku ini. Jangan kira meruncingkan gigi ini mudah, bro. Asal tahu saja, proses peruncingan gigi pada wanita suku Bagabo ini memerlukan waktu yang cukup lama. Caranya tidaklah seinstan memasak “Indomie” di rumah. Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, yang semuanya dikerjakan dengan penuh ketelatenan.

Untuk anda yang memiliki masalah sensitif pada gigi, jangan coba-coba untuk melakukan tradisi ini ya, karena prosesnya sangat menyakitkan. Kemungkinan kecil resiko yang bisa anda dapatkan adalah berupa rasa ngilu, yang efeknya bisa sampai ke ubun-ubun kepala. Bayangin aja waktu anda lagi sakit gigi. Nah, proses ini jauh lebih menyakitkan dari itu. Widih, ogah deh buat coba-coba ginian.

Karena suku ini merupakan suku primitif, jadi alat yang digunakan pun masih sangat sederhana. Biasanya, alat yang digunakan untuk meruncingkan gigi ini adalah berupa bambu ataupun kayu. Caranya adalah dengan memahat gigi menggunakan bambu tersebut. Hasil yang didapat memang tidak akan langsung bisa terlihat, karena membutuhkan proses yang panjang, sehingga wanita di suku ini perlu bersabar.

Setelah selesai melakukan proses tersebut, maka Wanita yang memiliki gigi paling runcing nantinya, akan mendapatkan predikat sebagai wanita paling cantik di sukunya. Kalau sudah mendapatkan gigi runcing seutuhnya, para lelaki yang melihat pun akan langsung jatuh cinta dan tertarik pada wanita tersebut.

Pandangan Masyarakat Lain Tentang Tradisi Meruncingkan Gigi Ini

Bukannya tampak mempesona, beberapa orang dari tempat yang berbeda akan menganggap bahwa suku ini sangat aneh dan gila. Gigi yang dihasilkan pun menjadi terlihat aneh dan sangat menyeramkan. Akan tetapi, terlepas dari semuanya itu, tradisi suku ini patut dihormati, dan dianggap sebagai salah satu warisan kebudayaan di dunia.

Meskipun terlihat begitu ekstrim untuk beberapa orang, namun tradisi ini masih terus dilakukan oleh suku pedalaman di Filipina tersebut.

Gimana guys? Sudah percaya kan sekarang kalau cantik itu tidak hanya diukur dari kulit dan bentuk tubuh. Jadi kenapa anda khawatir dengan persepsi kalau anda “tidak cantik” dan “gak laku”? Monyet aja punya pasangan kok. Kenapa anda enggak? Bener kan?