Manga Terkenal Yang Dilarang Beredar Dibeberapa Negara

Manga adalah sebutan komik dari Jepang, Manga adalah buku cerita yang bergambar unik dan keren, tak sedikit orang yang menyukai Manga. Bagi sebagian orang, membaca Komik maupun Manga adalah hobby yang sangat menyenangkan. Betapa tidak dilihat dari segi cerita maupun gambar semuanya terlihat lucu dan menarik. Tidak heran banyak anak anak ketika datang ke toko buku, hanya rak bagian Manga saja yang menjadi sasaran mereka. Namun pada kenyataanya Manga dan anime digemari semua kalangan di dunia, mulai dari anak, remaja hingga orang dewasa.

Banyak nya penggemar Manga di dunia ini, tak sedikit Manga yang setelah di produksi langsung dikirm ke negara-negara yang memiliki penggemar Manga terbanyak, termasuk Indonesia. Namun, berhubung setiap negara memiliki hukum dan aturan budaya tersendiri, terhitung banyak judul bacaan yang beberapa bagiannya disensor ketika terbit di negara tersebut. Biasa nya dilakukan beberapa tindakan tertentu sebelum dipasarkan dan dibaca oleh masyarakat. Seperti memblur bagian intim tokoh, mengubah dialog tidak baik ketika di baca, sampai pemotongan suatu adegan yang terasa tidak baik untuk dilihat.

Penyensoran terhadap Manga maupun komik sendiri terkadang mendapat kecaman dari para penggemarnya yang fanatik. Karena ada beberapa penyensoran yang dinilai berlebihan sehingga menghilangkan orisinilitas cerita dan bacaan dirasa menjadi kurang seru. Tetapi dikarenakan tidak hanya orang dewasa yang membaca Manga namun cukup banyak anak-anak yang menikmati dan membaca Manga, maka beberapa Manga atau Komik yang tergolong cabul dari mulai dialog atau adegan nya di ubah maupun di tidak adakan. Meski Manga tersebut karya penulis terkenal sekali pun, tetap dilakukan tahapan hukum yang berlaku disetiap negara. Berikut ini beberapa Manga terkenal yang dilarang untuk beredar di beberapa negara.

1. Welcome to Sugar Pot 

1

Lekat dengan hal-hal cabul, Welcome to Sugar Pot ciptaan Yuzupon menjadi salah satu Manga yang resmi ditarik setelah disahkannya Peraturan Pengembangan Kesehatan Remaja di Tokyo. Manga ini dipandang sebagai salah satu judul yang berbahaya untuk diterbitkan.

Banyak juga karya-karya lain yang mengalami nasib serupa. Contohnya adalah Oku-sama wa Shogakusei (My Wife is an Elementary Student), serta Manga percintaan sedarah bertajuk Aki Sora. Keduanya tercatat kehabisan cetakan setelah peraturan tersebut disahkan. Meskipun begitu, Oku-sama wa Shogakusei masih berlanjut di dunia maya dengan bantuan dari Mangaka Ken Akamatsu (Love Hina).

2. Pokemon 

2

Pokemon terbilang cukup masyhur di banyak negara. Terlebih lagi setelah game terbaru Pokemon yang dirilis oleh developer Niantic yakni Pokemon Go, membuat nama Pokemon semakin terkenal. Para remaja yang hobi bermain game di gadget hampir semuanya memainkan game yang satu ini. Dikarenakan Pokemon Go menggunakan sistem terbaru yang mengharuskan para pemainnya bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Namun, sebuah alasan mengharuskan Pokemon di black-list untuk masuk di Negeri Padang Pasir. Alasan tersebut karena Pokemon dinilai bertentangan dengan budaya Arab Saudi. Beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahun 2001 silam, Manga-Manga Pokemon ditarik. Pihak pemerintah melarang penerbitannya terhadap Manga Pokemon karena telah mencontohkan tindakan tidak baik kepada hewan dan mengandung simbol-simbol berbau SARA.

3. Dragon Ball

3

Kepopuleran Dragon Ball ternyata kurang disambut hangat di salah satu sekolah Amerika Serikat. Salah satu anggota dewan daerah berhasil menarik Manga berjenis laga-komedi tersebut dari sekolah dasar dan sekolah menengah di Maryland pada 2009.

Salah satu alasannya adalah banyaknya ‘konten seksual’, termasuk adegan yang melibatkan ‘ketelanjangan, kontak seksual antar anak-anak, serta sindiran seksual antara orang dewasa dan anak-anak’. Pada tahun 1999, salah satu orang tua membeli Manga Dragon Ball Z untuk anaknya yang masih berusia empat tahun di TOYS R US. Ia pun menggambarkan Manga tersebut sebagai ‘pornografi berwajah halus’ hingga seri berikutnya ditarik dari semua toko di Amerika Serikat. Penerbit pun menyensor konten tidak senonoh di dalam Manga setelah insiden itu.

4. Ultraman: The Ultra Power 

4

Malaysia melarang penerbitan Manga Ultraman: The Ultra Power pada tahun lalu. Mereka menilai karya terkenal tersebut berisi SARA dan rentan memicu konflik antar penganut agama. Pihak berwenang di negara tersebut menganggap adegan perbandingan Ultraman dengan Tuhan yang ada dalam cerita kurang sesuai dengan budaya mereka. Hal itu dikatakan kurang baik dan menganggu kesehatan pikir para penganut agama.

Departemen Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan bahwa Ultraman diidolakan oleh banyak anak-anak dan membanding-bandingkannya dengan Sang Pencipta akan membingungkan pemeluk agama. Diketahui, bagi siapa saja yang menyimpan salinan Manga tersebut akan dituntut tiga tahun penjara atau didenda sekitar Rp 79,2 juta.

5. Death Note

5

Tema pembunuhan secara supranatural dalam Manga Death Note ternyata menjadi sorotan tajam di Tiongkok. Pemerintah Beijing menganggap metode yang digunakan karakter Light Yagami untuk membunuh penjahat dalam Manga ini merupakan tindakan yang mengerikan.

Pemerintah setempat menilai Death Note sebagai Manga dengan konsep ‘ilegal dan menjadi hal yang menakutkan di sejarah penerbitan’. Pemerintahan melarangan masuk nya Manga Death Note dan Manga yang berceritakan tentang horor lain untuk melindungi ‘kesehatan fisik dan mental’ para siswa.