Merinding Ternyata Bisa Menjadi Pertanda Munculnya Suatu Penyakit

Apakah anda pernah merasa merinding? Pada saat kapan sajakah anda mengalaminya? Biasanya kalau sudah merinding, berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk membuat kondisi anda menjadi normal kembali?

Merinding yang berasal dari bahasa Inggris yaitu ‘goosebumps‘ ini dinamai dari kata angsa atau ‘goose‘. Mengapa kata tersebut diambil dari kata angsa? Alasannya adalah karena biasanya rambut yang berdiri saat merinding sangat mirip dengan kulit angsa ketika bulunya dicabut.

Saat sedang merinding, seringkali yang berdiri adalah rambut halus yang berada di sekitar tangan dan lengan. Namun pada waktu-waktu tertentu, merinding juga bisa dirasakan di bagian tubuh lainnya, seperti pada leher, kaki dan perut.

Kalau pertanyaannya kapan biasanya seseorang merinding, kebanyakan orang akan menjawab bahwa mereka akan mengalaminya saat mereka berada pada situasi yang tegang dan ketakutan.

Misalnya saja pada saat menonton film horror atau berada di suatu tempat yang gelap dan menakutkan seorang diri. Keadaan seperti inilah yang membuat orang akan bergidik atau merinding.

Selain itu, ada juga sebagian orang yang katanya bisa merinding ketika berada di tempat tinggi atau takut akan ketinggian. Kalau sudah berada pada situasi yang seperti ini, biasanya perasaan pun akan menjadi semakin tidak enak.

Pada saat anda sedang merinding, sebenarnya tahukah anda apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika anda ketakutan sehingga sensasi ini bisa muncul? Pernahkah anda memikirkan hal ini sebelumnya? Pasti belum pernah kan? 

Dibawah ini anda akan segera menemukan jawabannya. Tapi sebelum itu, anda harus tahu dulu pada saat kapan saja sebenarnya seseorang bisa mengalami hal ini.

Kondisi Yang Bisa Membuat Merinding

Seperti yang anda ketahui, masing-masing orang memiliki reaksi yang berbeda-beda saat dihadapkan pada sebuah situasi tertentu, sama halnya seperti pada saat seseorang merasakan perasaan bergidik atau merinding.

Ada seseorang yang akan merinding ketika merasa kedinginan, ketakutan, merasa terancam, mengalami kejadian yang cukup emosional, mendengarkan musik, atau saat bersentuhan dengan benda atau orang lain.

Bahkan ada juga yang bisa merinding pada saat sedang mengingat peristiwa yang pernah dialami bertahun-tahun lalu, misalnya saja pada saat mengenang kembali ciuman pertama bersama pasangan atau mengingat kejadian menakutkan yang pernah menimpa mereka.

Nah, ketika berada di situasi seperti yang disebutkan di atas tadilah tubuh anda akan mengeluarkan reaksi yang bersifat otomatis (refleks) yang dikenal dengan istilah “merinding” ini.

Dan untuk pertanyaan kapan anda bisa mengembalikan kondisi tubuh anda pada keadaan normal kembali?

Jawabannya adalah anda tidak bisa atau akan sangat sulit sekali untuk bisa mengendalikan kapan waktu anda akan mulai atau berhenti merasakan sensasi merinding tersebut. Anda hanya bisa menyadari kondisi ini pada saat kulit anda mulai menunjukkan beberapa gejalanya.

Alasan Seseorang Merinding Saat Ketakutan

Jika dilihat dalam dunia medis, fenomena merinding ini juga dikenal sebagai refleks pilomotor. Refleks seperti ini umumnya terjadi pada saat seseorang sedang merasa takut, dimana otak akan langsung mengaktifkan mode siap siaga terhadap ancaman.

Di waktu yang bersamaan, tubuh pun akan memproduksi hormon yang dikenal dengan nama adrenalin, yang dihasilkan oleh kelenjar yang terletak di atas ginjal. Akibatnya, otot-otot kecil yang terhubung dengan folikel rambut pada kulit akan berkontraksi.

Inilah yang menyebabkan rambut-rambut halus di permukaan kulit lengan atau kaki anda menjadi tegak berdiri. Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan bulu kuduk berdiri. Selain itu, pada permukaan kulit juga akan tampak berbintik-bintik menonjol seperti kulit unggas yang bulunya sudah dicabut.

Refleks pilomotor ini jugalah yang bertanggung jawab untuk menghangatkan suhu tubuh. Secara naluriah, refleksi ini berfungsi untuk memanaskan otot-otot tubuh agar bisa bergerak kalau-kalau anda perlu melarikan diri pada saat berada di dalam ancaman bahaya, terutama saat otak membaca sinyal bahwa anda sedang merasa ketakutan.

Biasanya semakin tebal rambut halus yang menutupi kulit seseorang, maka tubuh akan semakin cepat merasakan hangat.

Pada manusia, fungsi dari refleks pilomotor ini memang sudah tidak begitu bermanfaat. Selain karena rambut pada permukaan kulit manusia sangat tipis, orang-orang pada umumnya sudah tidak lagi memiliki inisiatif untuk segera melarikan diri ketika berada di dalam ancaman, terkecuali jika memang situasi tersebut benar-benar mengancam nyawa.

Biasanya ketakutan yang dirasakan seseorang tidak mengharuskan mereka untuk merespon secara fisik. Berbeda dengan pada zaman prasejarah dahulu, dimana refleks pilomotor ini sangat berguna ketika orang-orang dihadapkan dengan ancaman yang serius, seperti misalnya serangan binatang buas.

Merinding  Ada Kaitannya Dengan Kesehatan Tubuh

Pada waktu-waktu tertentu, seseorang bisa merinding secara tiba-tiba tanpa adanya alasan yang jelas. Mitos yang banyak dipercaya oleh masyarakat awam menyebutkan bahwa ketika hal ini terjadi, berarti ada kehadiran makhluk lain yang tak bisa dilihat oleh mata di dekat anda.

Akan tetapi pada kenyataannya, ada berbagai faktor yang bisa menjadi alasan mengapa bulu kuduk anda bisa tiba-tiba berdiri. Apa sajakah alasan yang dimaksud tersebut?

Mendadak merinding ketika ada perubahan suhu yang cukup signifikan. Tidak percaya? Anda bisa perhatikan, jika udara di sekitar anda terasa lebih dingin dari yang biasanya, ada kemungkinan besar anda akan merinding.

Hal tersebut bisa dipicu oleh faktor-faktor alamiah, seperti perubahan cuaca dan angin yang berembus ke arah anda, atau bahkan karena menurunnya suhu tubuh anda sendiri.

Selain itu, refleks pilomotor yang tiba-tiba aktif bisa menjadi gejala dari penyakit tertentu. Jika ada gangguan pada sistem refleks tubuh anda, maka anda bisa mendadak merinding dan mengalami berbagai reaksi fisik yang lainnya, yang muncul tanpa adanya sebab tertentu, misalnya jantung berdebar atau berkeringat.

Gangguan ini dikenal sebagai hiperrefleksia otonom atau disrefleksia otonom. Merinding yang muncul secara tiba-tiba juga bisa menandakan berbagai penyakit seperti influenza, gastroenteritis dan radang paru-paru.

Jika seseorang sedang mengalami satu dari tiga penyakit yang disebutkan di atas, umumnya merinding yang orang itu rasakan akan disertai dengan keringat yang berlebihan, detak jantung yang terlalu cepat atau lambat, tekanan darah menurun atau meningkat secara tiba-tiba, serta rasa sakit pada bagian tubuh tertentu.

Dari penjelasan di atas, bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwasannya fenomena merinding atau bulu kuduk berdiri ini bisa disebabkan karena beberapa faktor tertentu. Beberapa diantaranya adalah dikarenakan faktor ketakutan, suhu tubuh dan cuaca, phobia pada sesuatu dan lain sebagainya. 

Selain itu, sebuah informasi juga mengatakan bahwa kondisi seperti ini jika dibarengi dengan perubahan kondisi tubuh tertentu ternyata menjadi pertanda adanya suatu penyakit yang diderita. Jika anda mengalami tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas, maka segeralah periksakan kesehatan anda ke dokter.