Hukuman Paling Sadis di Dunia Bagi Para Pemabuk

Mabuk adalah sebuah kondisi, dimana seseorang kurang atau tidak sepenuhnya sadar, yang diakibatkan karena mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Mabuk karena pengkonsumsian alkohol, merupakan sebuah tindakan yang buruk dan tidak terpuji serta tidak memiliki manfaat apapun bagi kehidupan.

Selain dapat menghabisan uang, mengkonsumsi alkohol juga tidak baik untuk kesehatan. Beberapa kandungan zat yang ada di dalam alkohol, memiliki sifat berbahaya dan dapat merusak jaringan di dalam tubuh. Dan yang paling membahayakan adalah, jika terlalu sering dikonsumsi, alkohol bisa merenggut nyawa anda kapanpun.

Selain merugikan diri sendiri, ketika anda dalam kondisi mabuk, anda juga berpotensi untuk membahayakan hidup orang-orang yang berada di sekitar anda. Misalnya: ketika anda berkendara di jalan dalam keadaan mabuk, anda bisa saja menabrak orang-0rang yang sedang berada di jalan. Dan jika hal itu terjadi, maka anda akan masuk kedalam golongan pelaku kriminal.

Dan hukuman untuk para pelaku kriminal tersebut sangat beragam di setiap negara. Semua bergantung pada kebijakan negara masing-masing. Apabila peristiwa tabrakan tersebut sampai merenggut nyawa orang lain, maka hukuman yang diberikan juga  akan lebih fatal. Anda bisa dikenakan hukuman dipenjara seumur hidup, atau bahkan hukuman mati. Jadi kalau anda ingin menghabiskan waktu anda di dalam penjara, anda boleh mencobanya.

Di beberapa negara, warga yang ketahuan mabuk dan membahayakan keselamatan orang lain karena kondisi tersebut, akan dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya. Hukuman-hukuman sadis ini akan membuat anda berfikir dua kali jika ingin mabuk di negara-negara tersebut.

Mengkonsumsi alkohol memang wajar dilakukan di beberapa daerah, karena alkohol tersebut dapat menghangatkan tubuh. Akan tetapi, anda harus bijak dalam mengkonsumsinya, agar tidak menimbulkan efek yang buruk bagi anda. Berikut ini adalah beberapa hukuman sadis bagi mereka yang suka mabuk:

1. Hukuman Penjara Seumur Hidup Jika Ketahuan Mabuk

Seorang anggota kongres China yang bernama Yang Shunzhong, divonis dengan hukuman penjara seumur hidup akibat tindakan yang dilakukannya. Pejabat china ini dihukum karena terbukti menabrak 12 orang, ketika dalam keadaan mabuk. Akibat perbuatannya tersebut, 4 dari 12 korban tabrakan yang dilakukannya meninggal dunia sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Sedangkan 8 orang yang lainnya mengalami luka yang cukup parah.

Hukuman tersebut mungkin terdengar cukup sadis, namun jika dipikirkan kembali, rasanya hukuman yang diterima oleh Sunzhong ini tidak berarti apa-apa, dibandingkan dengan nyawa 4 orang manusia yang direnggutnya, hanya karena dia sedang mabuk. Karena perbuatannya tersebut, pada akhirnya diaShunzhong harus menerima kenyataan bahwa hidupnya akan berakhir di dalam penjara.

2. Hampir Dihukum Mati karena Ketahuan Berkendara Saat Mabuk

Lagi-lagi hukuman sadis untuk para pemabuk datang dari China. China adalah negara yang memang sangat tegas dalam menerapkan hukuman bagi warganya, yang ketahuan melakukan perbuatan kriminal. Hukuman yang diberikan pun tidak tanggung-tanggung. Hukuman seperti eksekusi mati di negara ini, merupakan suatu hal yang biasa.

Sun Weiming, merupakan salah satu warga China yang sangat beruntung, karena bisa lolos dari hukuman mati yang hampir dijatuhkan padanya, akibat perbuatan sadis yang dilakukannya. Pada tahun 2009 yang lalu, dia melakukan tindakan ceroboh dengan menabrak 4 orang warga, karena berkendara dalam keadaan mabuk.

Karena perbuatannya tersebut, pengadilan menjatukan hukuman mati padanya. Tapi sayangnya, keberuntungan seakan-akan memihak lelaki ini. Saat melakukan pengadilan banding, hukuman mati yang diterimanya, akhirnya berubah menjadi hukuman penjara seumur hidup. Wah, beruntung banget ya pria ini. Tapi meskipun begitu, hukuman seumur hidup yang diterimanya, sudah cukup membuatnya menderita dan membayar akibat dari perbuatannya.

3. Hukuman Memandikan Mayat Bagi Para Pemabuk di Thailand

Cara menghukum pemabuk di negara Thailand ini terbilang cukup unik. Bagi warganya yang kedapatan berkendara saat mabuk, akan dihukum memandikan mayat yang baru meninggal. Pemerintah menetapkan hukuman tersebut dengan tujuan, agar warganya yang melakukan pelanggaran, bisa jera dan tidak akan melakukan perbuatan itu lagi.

Sebelumnya, Thailand sempat menerapkan hukuman bekerja di rumah sakit setempat, bagi warganya yang kedapatan berkendara saat mabuk. Tapi teryata hukuman tersebut tidak cukup ampuh untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku, sehingga pemerintah Thailand akhirnya membuat hukuman baru, yaitu memandikan mayat.

Aneh banget kan hukuman di Thailand ini? Tapi jangan salah. Hukuman ini diberikan kepada mereka yang ketahuan berkendara saat mabuk. Tapi apabila perbuatan tersebut mengakibatkan sebuah kecelakaan, tentu hukumannya akan berbeda.

4. Hukuman Mati di Korea Bagi Para Pemabuk

Hukuman sadis untuk para pemabuk lainnya datang dari negara Korea Utara. Selain dikenal sebagai negara yang sangat tertutup, Korea Utara ini juga sangat dikenal karena ketegasannya dalam menerapkan hukum negara. Dan salah satu ketegasan tersebut ditunjukkan dengan pemberian hukuman mati, bagi siapa saja yang ketahuan mabuk, dan menimbulkan masalah akibat kondisi tersebut.

Salah satu kasus pemberian hukuman mati saat sedang mabuk-mabukan di Korea Utara ini adalah kasus yang menimpa seorang pejabat pemerintah yang bernama Kim Chol. Saat itu, Kim Chol bersama beberapa orang-orangnya ketahuan sedang bersenang-senang dan mabuk-mabukan, di saat negara sedang berkabung.

Di Korea Utara, ada aturan yang menyebutkan bahwa saat negara sedang berkabung, seluruh masyarakat tanpa terkecuali juga harus ikut berkabung. Dan akibat perbuatannya tersebut, Kim Chol bersama dengan orang-orangnya akhirnya dihukum mati dengan cara ditembak.

Pemberian hukuman bagi para pelanggar hukum di setiap negara di dunia pasti berbeda-beda. Salah satunya adalah pemberian hukuman bagi para pemabuk. Di beberapa negara, kecelakaan akibat mengkonsumsi alkohol mungkin dianggap sebagai hal yang biasa, sehingga tidak memerlukan hukuman yang berat bagi pelanggarnya. Akan tetapi, demi menjaga keamanan negara dan masyarakat, tidak ada salahnya bagi pemerintah untuk membuat sebuah aturan mengenai hal tersebut.