Cuci Tangan Dengan Air Hangat atau Dingin, Manakah Yang Lebih Baik?

Sejak usia dini, orang tua kita selalu mengajarkan kita untuk selalu menjaga kebersihan, terutama kebersihan tangan. Mereka tidak pernah lupa untuk menyuruh kita mencuci tangan baik itu setelah selesai bermain, sebelum makan ataupun setelah melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat tangan menjadi kotor.

Tahukah anda mengapa orang tua anda selalu menyuruh anda untuk melakukannya? Itu mereka lakukan untuk menjaga anda dari berbagai jenis penyakit, yang penyebarannya bisa melalui tangan.

Jika tangan anda dalam keadaan kotor dan kemudian anda memegang sesuatu seperti makanan misalnya, secara otomatis kuman atau bakteri yang berada di tangan anda akan langsung berpindah ke makanan yang sedang anda pegang, sehingga membuat makanan tersebut menjadi terkontaminasi.

Nah, coba bayangkan apa yang selanjutnya akan terjadi ketika makanan yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut masuk ke dalam mulut dan tubuh anda?

Tak butuh menunggu waktu lama, bakteri tersebut akan segera menginfeksi saluran pencernaan anda, sehingga tak jarang banyak di antara anda yang akan mengalami sakit perut dan berbagai penyakit perut lainnya.

Tapi sayangnya, meskipun banyak yang sudah mengetahui konsekuensi yang bisa ditimbulkannya, tetap saja masih banyak yang mengabaikan hal ini dan menganggapnya sepele, hingga akhirnya mereka sadar setelah mereka merasakan dampaknya.

Itupun sadarnya hanya beberapa saat saja. Selang beberapa waktu kemudian, mereka akan melakukannya lagi. Kami berharap anda tidak termasuk salah satunya.

Perbedaan Mencuci Tangan Dengan Air Hangat dan Dingin

Saat mencuci tangan, umumnya banyak di antara kita yang menggunakan air dingin, bukan? Air dingin yang maksud di sini bukan air es ya guys.

Sebelum membilas tangan dengan air, ada juga beberapa orang yang terlebih dahulu mencuci tangannya dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya.

Itu sah-sah saja untuk dilakukan. Dan tak ada yang melarang anda melakukannya. Malah bagus dong kalau anda menggunakan sabun atau cairan antiseptik lainnya.

Itu bisa memberikan pertahanan lebih terhadap bakteri-bakteri “nakal” yang tidak bisa diusir hanya dengan menggunakan air. Selain dengan air dingin, anda juga bisa mencuci atau membersihkan tangan anda dengan menggunakan air hangat. Adakah di antara anda yang pernah melakukannya? 

Di Amerika Serikat, peraturan pemerintah menekankan pentingnya suhu air hangat untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat. Tapi, apakah ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut?

Sebelum kami memberikan bukti atau hasil penelitian yang bisa membuktikan kebenarannya, kami ingin menanyakan pendapat anda terlebih dahulu. Bagaimana menurut anda? 

Hasil Penelitian Buktikan Air Dingin Juga Efektif Hilangkan Kuman

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyatakan bahwa air hangat ternyata lebih efektif untuk menghilangkan kuman saat sedang mencuci tangan daripada air dingin. 

Di beberapa tempat seperti restoran, kafetaria dan tempat makan yang lainnya, umumnya pihak restoran tersebut akan menyediakan air dengan suhu sekitar 40 ° C (atau antara 100 dan 108 derajat Fahrenheit).

Alasan mengapa mereka menyediakan air hangat untuk mencuci tangan ini adalah karena air panas bisa membuat sabun mengeluarkan busa dan membantu menyingkirkan kuman. Tapi apakah ini terbukti secara ilmiah?

Penelitian-penelitian terdahulu sempat menarik perhatian masyarakat dengan sebuah fakta, yang menunjukkan tidak adanya bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa air hangat diperlukan untuk membunuh kuman selama mencuci tangan.

Namun saat ini, penelitian baru telah berhasil menunjukkan bukti bahwa air dingin bisa melakukan trik yang sama dengan air panas. Studi ini dilakukan oleh para periset di Rutgers University-New Brunswick di New Jersey dan hasilnya telah dipublikasikan di dalam Journal of Food Protection.

Efek Air Dingin vs Air Panas Dalam Mencuci Tangan

Sebuah studi baru telah meneliti pengaruh berbagai faktor, seperti volume sabun, suhu air, waktu lather (berbusa) dan khasiat sabun cuci tangan yang diformulasikan pada produk tertentu.

Pada awal penelitian, para peserta yang diminta untuk menggunakan 1 mililiter sabun non-antibakteri bisa menghasilkan busa hanya dalam kurun waktu 5 detik pada suhu air 38° C. Bakteri yang diperiksa di dalam percobaan ini adalah ATCC 11229, strain nonpathogenic Escherichia coli.

Para peneliti memeriksa efek tang timbul dari kegiatan cuci tangan dengan air panas dan dingin pada 20 orang relawan, yang terdiri dari 10 pria dan 10 wanita.

Setiap tes yang dilakukan direplikasi sebanyak 20 kali selama 6 bulan. Selama waktu yang telah ditentukan ini, para peserta diharuskan untuk mencuci tangan mereka dengan air yang memiliki suhu 16 ° C, 26 ° C, atau 38 ° C.

Volume sabun yang digunakan juga berbeda. Beberapa peserta mencuci tangan dengan 0,5 mililiter dan yang lainnya dengan 1 mililiter, atau 2 mililiter sabun.

Setelah penelitian selesai dilakukan, secara keseluruhan didapatkanlah hasil bahwa menggunakan sabun anti-mikroba ternyata tidak jauh lebih efektif daripada menggunakan sabun biasa. Untuk lather time atau waktu munculnya busa, bagaimanapun, meningkatkan efikasi secara signifikan dalam satu skenario.

Terlepas dari itu ada hasil yang jauh lebih penting yang harus anda ketahui, yaitu bahwa ternyata suhu air tidak memiliki efek yang signifikan terhadap pengurangan bakteri. Entah itu mencuci tangan dengan air yang suhunya 38 ° C ataupun 16 ° C, para peneliti tidak mendeteksi adanya perbedaan dalam pengurangan bakteri.

Selain itu, penelitian ini juga berhasil mengungkapkan sebuah fakta bahwa mencuci tangan tidak harus dilakukan untuk waktu yang lama. Hanya dengan 10 detik saja, itu sudah cukup efektif untuk menghilangkan kuman yang terdapat di tangan anda. Jadi jangan pernah lagi berpikir kalau mencuci tangan itu harus lama.

Hasil temuan ini sangat penting, mengingat adanya peraturan FDA tentang suhu air untuk penanganan makanan yang aman dan kekhawatiran seputar limbah energi yang tadi secara singkat telah disebutkan di atas.

Donald Schaffner, selaku penulis studi ini tidak lain adalah seorang profesor terkemuka dan spesialis penyuluhan dalam ilmu pangan. Dia menjelaskan bahwa orang-orang perlu merasa nyaman saat mereka mencuci tangan. Tapi jika berbicara tentang keefektifannya, penelitian ini menunjukkan kepada kita bahwa suhu air yang digunakan tidak terlalu penting.

Tapi meskipun demikian, penulis tetap mengakui bahwa diperlukan lebih banyak penelitian lagi untuk menentukan dengan tepat seberapa banyak sabun dan jenis sabun apa yang paling efisien untuk menghilangkan bakteri berbahaya yang menempel di tangan kita.

Setelah membaca penjelasan di atas, apa yang bisa anda simpulkan? Sebenarnya kesimpulannya sederhana saja. Karena penjelasan di atas adalah tentang mana yang lebih efektif untuk menghilangkan kuman di antara air dingin atau air hangat, maka jawabannya adalah keduanya sama-sama efektif.

Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa peneliti dari Rutgers University-New Brunswick di New Jersey. Mereka telah membuktikan kalau mencuci tangan sangatlah penting.

Tapi untuk urusan penggunaan air hangat atau dingin, itu bukanlah masalah yang terlalu penting, karena anda bisa menggunakan yang mana saja, yang anda rasa lebih nyaman untuk digunakan.

Nah, sekarang sudah tahu kan guys kalau air hangat mapun air dingin sama-sama bisa digunakan untuk mencuci tangan. Jadi jangan malas-malas lagi mencuci tangan ya.

Kalau anda tidak begitu suka dengan yang dingin-dingin, anda bisa menggunakan air hangat. Begitu pula sebaliknya. Semoga informasi yang kami sampaikan ini bisa bermanfaat dan anda realisasikan dalam kehidupan anda.