Pengaruh Penggunaan Simbol Swastika Pada Bendera Nazi di Dunia

Pernahkah anda mendengar nama Adolf Hitler? Kenalkah anda siapa dia dan apa pengaruhnya di dunia? Sebagian besar dari anda pasti sudah tidak asing lagi dengan nama yang satu ini. Adolf Hitler atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hitler ini, merupakan seorang diktator asal Jerman, yang sangat terkenal dengan kekejamannya. Tidak hanya di kalangan bangsa Yahudi, tapi di mata seluruh manusia di Dunia, Hitler dianggap sebagai orang yang sama sekali tidak memiliki hati dan dianggap sebagai iblis berwujud manusia.

Pembantaian demi pembantaian yang dilakukannya terhadap orang-orang yang tidak berdosa, yang disertai dengan alasan-alasan yang sepele dan tidak masuk akal, benar-benar tidak dapat ditolerir. Bahkan sampai sekarang, nama Hitler masih saja dianggap sebagai sesuatu yang sangat menakutkan.

Oooppss.. Serius amat yah pembahasan kali ini. Sampai-sampai anda yang baca pun jadi ikut tegang. Jangan sampai di bawakan ke hati kali ya kekejaman si Hitler ini, guys. Artikel kali ini tidak membahas tentang kekejaman Hitler pada masa pemerintahannya, melainkan pembahasan mengenai lambang Nazi yang digunakannya pada masa lalu. Pernah lihat nggak lambang Nazi itu? Kalau belum, nih dia lambang nya.

Nah, setelah melihat gambar tersebut, pasti anda mulai mengangguk-anggukkan kepala sekarang. Bener gak? Lambang ini sudah sangat terkenal di dunia, sehingga tidak sulit bagi anda untuk menemukannya.

Pengertian Nazi

Nazi adalah sebuah organisasi Jerman, yang didirikan pada awal tahun 1920-an dan bermarkas di München. Awalnya, partai ini bernama Deutsche Arbeiterpartei (Partai Buruh Jerman). Pada tanggal 24 Februari 1920, nama partai ini akhirnya diubah, setelah Adolf Hitler menjadi pemimpin di dalam organisasi tersebut. Lambang resmi Organisasi Nazi ini adalah Swastika.

Pada tahun 1800an, negara-negara yang terdapat di sekitar Jerman, berkembang pesat dan membentuk kerajaan-kerajaan, sebelum Jerman akhirnya menjadi negara utuh pada tahun 1871. Karena dianggap sebagai negara yang masih sangat baru, Jerman sangat rentan terhadap serangan dari negara-negara lain.

Nah untuk menghindari hal tersebut, para nasionalis Jerman di pertengahan abad ke-19, mulai memutuskan untuk memakai simbol swastika, karena Jerman masih memiliki hubungan silsilah dengan bangsa Arya, yang diprediksi berasal dari kawasan Jerman.

Pada awal abad ke-20, swastika menjadi simbol yang biasa digunakan nasionalis Jerman dan dapat dengan mudah ditemukan di berbagai tempat sebagai simbol emblem, seperti di Wandevogel (Gerakan Pemuda Jerman), Unit Freikorps dan simbole emblem perkumpulan Thule.

Hitler dan Nazi

Pada tahun 1920, Adolf Hitler memutuskan bahwa Partai Nazi yang dipimpinnya membutuhkan sebuah simbol dan bendera sendiri. Bendera tersebut akan menjadi simbol bagi perjuangan organisasi yang dipimpinnya. Pada tanggal 7 Agustus 1920, pada saat Kongres Salzburg, Nazi telah memutuskan untuk menggunakan lambang swastika, sebagai simbol resmi Partai Nazi.

Lambang Swastika ini juga dipakai sebagai lambang pada bendera Nazi. Penggunaan lambang ini memiliki arti tersendiri bagi Hitler selaku pemimpin organisasi Nazi di Jerman. Menurut Hitler, lambang bendera tersebut memiliki pengertian sebagai berikut:

  • Warna merah : Menggambarkan ide-ide sosialis di setiap pergerakan
  • Warna Putih : Melambangkan ide nasionalis
  • Lambang Swastika : Mewakili misi perjuangan atas kemenangan bangsa Arya, yang berkaitan dengan kemenangan ideologi kreatif yang mereka kerjakan.

Arti dari Lambang Swastika Sebelum Dipakai sebagai simbol Nazi:

Swastika (卐) (Sansekerta: स्वस्तिक) digambarkan sebagai salib sama sisi, dengan empat lengan ditekuk pada sudut 90 derajat. Bukti Arkeologi penggunaan lambang swastika ini ditemukan pada zaman peradaban India Kuno di Lembah Indus.

Pada masa ini, lambang swastika digunakan oleh orang-orang sebagai lambang keagamaan, khususnya bagi penganut agama hindu, budha, dan Jainisme, terutama sebagai simbol tantra (kekuatan dalam diri), untuk membangkitkan shakti (kekuatan suci), atau sebagai simbol suci keberuntungan.

Kata “swastika” merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Sansekerta “svastika”, yang memiliki pengertian sebagai berikut:

  • ‘Su’ : yang berarti baik
  • ‘Asti’ : yang berarti menjadi
  • ‘Ka’ sebagai akhiran.

Dengan kata lain, Swastika secara harfiah memiliki arti: “untuk menjadi baik”.

Adapun terjemahan yang lainnya adalah:

  • ‘Swa’ : artinya diri yang lebih tinggi
  • ‘Asti’ : berarti ‘menjadi’
  • ‘Ka’ : sebagai akhiran, sehingga diperoleh arti: ‘Menjadi diri yang lebih tinggi’.

Beralih dari penggunaan lambang swastika pada masa peradaban India Kuno, di Asia Timur, swastika didefinisikan dalam Kamus Kangxi, yang diterbitkan pada 1716, sebagai sinonim dari infinitas, yang digunakan terutama dalam teks-teks klasik Buddha. Kata tersebut kemudian berkembang untuk mewakili keabadian dan Buddhisme.

Penggunaan Simbol Swastika Pada Bendera Nazi

Simbol Swastika ini memiliki sejarah yang cukup panjang di Eropa setelah masa peradaban kuno. Di zaman yang lebih modern, setelah popularitas lambang swastika mulai dianggap sebagai simbol keberuntungan, dalam budaya Barat lambang suci ini mulai diadopsi sebagai simbol Partai Nazi Jerman pada tahun 1920, sebagai simbol dari ras Arya. Nah, pada saat inilah kesucian lambang Swastika mulai ternodai.

Lambang swastika yang tadinya dianggap suci dan digunakan sebagai lambang keagamaan, dipakai oleh Hitler sebagai lambang sebuah pemberontakan, kekerasan, pembunuhan dan kekejaman pada masa pemerintahannya. Akibat tindakan Hitler ini, seluruh masyarakat dunia mulai menganggap bahwa lambang suci swastika merupakan simbol kebencian, kekerasan, kematian, dan pembunuhan, yang identik dengan NAZI.

Bagaimana Arti Simbol Swastika Sekarang?

Pada waktu lampau, arah dari simbol swastika memiliki arti yang berbeda. Arah swastika yang searah jarum jam memiliki arti kesehatan dan kehidupan, sedangkan swastika yang berlawanan arah jarum jam berarti nasib buruk atau ketidakberuntungan. Namun sejak Nazi menggunakan simbol swastika yang searah dengan jarum jam, maka orang mulai mengubah pengertian sebelumnya menjadi sebaliknya.

Sampai saat ini, pengertian dari lambang swastika masih menjadi polemik yang tak berujung di tengah masyarakat dunia. Dimana satu simbol memiliki dua arti yang saling bertolak belakang. Hal ini menyebabkan sebagian kalangan yang menggunakannya sebagai simbol keagamaan, menjadi terkena imbasnya.

Di Agama Hindu dan Budha lambang swastika merupakan simbol suci yang biasa digunakan untuk melambangkan kehidupan dan keberuntungan. Orang-orang yang tidak mengetahui arti asli dari swastika terkadang sangat skeptis dengan simbol ini. Padahal sebenarnya Nazi-lah yang mengambil keuntungan dari simbol swastika dan menggunakannya dalam praktik yang tidak berperikemanusiaan.

Setelah mengetahui pengertian dari lambang swastika ini, diharapkan masyarakat bisa lebih bijaksana dalam melihat simbol ini. Jangan langsung membuat persepsi sendiri mengenai simbol swastika ini, karena akan menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat dunia. Penggunaan lambang ini pada beberapa agama haruslah dihormati, karena penggunaan simbol swastika dalam hal ini sangat berbeda jauh dengan penggunaannya pada zaman Hitler.