Menilik Kehidupan Masa Lalu Para Bajak Laut Wanita Terkejam di Dunia

Bajak laut biasanya identik dengan seorang pria, perawakan yang kejam dan menyeramkan. Di dalam sebuah film, Bajak Laut sering digambarkan memakai sebuah topi dengan lambang tengkorak yang akan mengarungi laut atau samudera dan akan merampok kapal-kapal lain yang lewat. Tidak hanya merampok, mereka juga tidak segan-segan untuk membunuh.

Bajak laut sangat terkenal sebagai pembunuh sekaligus perampok yang sangat kejam dan tidak memiliki belas kasihan. Itulah sebabnya kenapa Bajak laut sangat ditakuti dalam dunia pelayaran. Cerita tentang bajak laut ini banyak diadopsi ke dalam sebuah film, seperti contohnya dalam film kartun Spongebob, bajak laut bernama “Flying Dutchman”, yang digambarkan sebagai sosok hantu bajak laut yang kejam dan menakutkan.

Film lainnya adalah seperti “The Pirates of Carribean”, yang menceritakan tentang kehidupan bajak laut “Jack Sparrow”, yang diperankan oleh aktor ternama Hollywood, “Johnny Depp”. Nama Jack Sparrow itu sendiri merupakan nama dari salah satu bajak laut Inggris yang terkenal, yang bernama “Jack Ward”. Film ini dinilai sangat bagus, sehingga mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat.

Berbicara tentang Bajak Laut, berikut ini adalah penjelasan singkat tentang Sejarah Pembajakan yang dilakukan oleh Bajak Laut:

Sejarah Bajak Laut:

Bajak Laut

Awal mula munculnya bajak laut diperkirakan bersamaan dengan sejarah navigsi, dimana pada waktu itu sudah ada kapal-kapal yang mengangkut dagangan. Tak lama setelah itu, lalu muncul lah bajak laut yang siap untuk merampok dagangan tersebut secara paksa. Pembajakan yang terjadi di laut ini sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno, termasuk dalam zaman republik Romawi. Sejak saat itu, para bajak laut mulai membajak semua kapal yang terapung di lautan dekat Borneo dan Sumatra. Sekitar abad ke-16 dan 17, tercatat sebagai waktu dimana bajak laut sangat berkuasa dan merupakan waktu kejayaan mereka.

Bajak laut tersebut menguasai banyak wilayah perairan lautan di dunia seperti: laut Asia, benua Eropa dan benua Amerika. Ketiga wilayah perairan ini selalu menjadi sasaran empuk para bajak laut atau sang penguasa lautan untuk merampas dan mengambil harta yang dibawa oleh para nahkoda/pemilik kapal yang melintas di wilayah mereka.

Bajak Laut Wanita:

Tidak hanya pria, ternyata sejarah juga mencatat bahwa beberapa bajak laut yang terkenal kejam dan paling ditakuti adalah bajak laut wanita. Mungkin terdengar sedikit mengejutkan. Wanita yang terkenal begitu lembut dan terkenal sebagai insan yang selalu bertindak menggunakan hati, ternyata sanggup merampok dan membunuh. Para bajak laut wanita ini tidak segan-segan untuk meneror, melakukan berbagai bentuk kekerasan dan akan membunuh atau menghabisi orang-orang yang melawannya.

Tidak tanggung-tanggung, para bajak laut wanita ini bahkan menjadi kapten atau pemimpin kapal pada saat akan melakukan perampokan. Wajah mereka yang cantik tidak akan pernah membuat anda berfikir bahwa wanita-wanita ini sanggup melakukan kekejaman di laut.

Berikut adalah beberapa bajak laut wanita yang sangat terkenal dengan kekejamannya:

1. Sayyida Al-Hurra

Sayyida Al-Hurra adalah sebuah gelar panggilan untuk seorang bangsawan wanita di Arab. Nama ini dipakai oleh salah satu bajak laut wanita yang terkenal di dunia. Wanita ini adalah ketua dari kelompok bajak laut kejam yang ada di sekitar wilayah perairan Turki dan Maroko. Sayyida ini berhasil menaklukkan sebuah kota bernama Tetouan dengan tangannya sendiri dan dikabarkan hanya memiliki 1 kelompok pasukan awak kapal saja.

Perjalanan Sayidda sebagai seorang bajak laut wanita dimulai pada tahun 1515, dimana saat itu dia berhasil menguasai bagian barat laut Mediterania. Keinginan wanita ini untuk menjadi seorang bajak laut ternyata dilandasi karena keinginan balas dendamnya terhadap aturan orang kristen yang dianggap bertentangan dengan prinsipnya.

Meskipun Sayyida sangat menikmati profesinya sebagai bajak laut, tidak membuat dirinya ingin untuk menghabiskan waktu hidupnya di dunia kejam tersebut. Wanita ini akhirnya memutuskan untuk pensiun dan menikah dengan Raja Maroko.

2. Grace O’Malley dari Irlandia

Pada abad ke-15, wanita Irlandia tidak memiliki kebebasan untuk memperoleh pendidikan. Wanita tidak diperbolehkan untuk bekerja dan hanya boleh mengurus rumah tangga. Tapi karena Grace O’Malley tidak menerima deskriminasi gender tersebut, Grace O’Malley akhirnya tumbuh menjadi anak yang tomboy, bertingkah seperti anak laki-laki dan memotong pendek rambutnya, sehingga tampak persis seperti anak laki-laki.

Grace O’Malley mulai disegani ketika wanita ini memukuli seorang preman yang mengganggunya sampai meninggal. Dan sejak saat itu, Grace O’Malley mulai disegani dan berteman dengan banyak pria. Tidak lama kemudian, Grace O’Malley akhirnya menjadi bajak laut yang memimpin 20 armada kapal. Pada zaman itu, kelompok bajak laut yang dipimpinnya berhasil menguasai perairan sebelah barat Irlandia dan kerap membajak kapal yang melewati daerah tersebut, terutama yang berasal dari Negara Inggris dan Spanyol.

Grace O’Malley sempat ditangkap oleh kerajaan Inggris, namun dia beruntung karena dilepaskan kembali. Tapi setelah hari itu, Grace O’Malley tetap melanjutkan pembajakan bersama anaknya sampai dia meninggal pada tahun 1603.

3. Rachel Wall, Pemimpin Bajak Laut AS

Rachel Schmidt atau yang lebih dikenal dengan Rachel Wall menjadi bajak laut wanita satu-satunya yang berasal dari Amerika Serikat. Ketika Rachel masih tinggal dengan mantan suaminya, wanita ini memang dikenal sebagai penjahat yang sering melakukan tindakan kriminal.

Karena tindakannya tersebut, Rachel akhirnya melarikan diri. Saat sedang melakukan pelarian, wanita ini bertemu dengan sekelompok nelayan dan angkatan laut, kemudian mengajak mereka bekerja sama untuk memonopoli hasil perdagangan dengan menguasai wilayah pantai New England.

Kelompok bajak laut yang dipimpin oleh Rachel Wall ini terkenal sebagai bajak laut yang cerdas. Mereka sengaja memanfaatkan cuaca badai untuk menyamarkan keberadaan kapal agar mendekati kapal-kapal besar yang sedang berlayar.

Awalnya mereka akan berakting seolah-olah sedang membutuhkan pertolongan karena terkena hantaman badai. Dan setelah satu persatu awak kapal Rachel berhasil dibawa naik ke kapal besar tersebut, mereka akan langsung menyandera kapten kapal dan merampas barang-barang yang ada di dalam kapal tersebut.

Tercatat bahwa sepanjang tahun 1781 sampai 1788 merupakan masa kejayaan bajak laut yang dipimpin oleh Rachel. Kelompok bajak laut ini sangat ditakuti oleh kapal-kapal barang yang melintas. Akan tetapi, petualangan kejahatan Rachel tersebut berakhir pada tahun 1789, karena saat itu mereka kalah perang dan Rachel bersama beberapa anak buahnya akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan.

4. Mary Read dan Anne Bony

Meskipun terkenal sebagai seorang gadis tomboy, namun Mary Read memiliki paras wajah yang sangat cantik. Sayangnya, wanita ini tidak menunjukkan perilaku secantik parasnya. Mary lebih suka memakai pakaian pria dan selalu bertingkah layaknya seorang pria. Karena obsesi ingin menjadi seorang pria tersebut, maka dia mengganti nama panggilannya menjadi Mark Read dan melamar pekerjaan di kapal pengangkutan barang.

Ketika sedang melakukan perjalanan, kapal barang Mary diserang oleh kelompok bajak laut asal Inggris. Semua awak kapal menyerah dan tidak melakukan perlawanan. Tapi Mary Read dengan percaya diri melawan para kelompok bajak laut itu sendirian tanpa rasa takut sedikitpun.

Anne Bony yang merupakan pemimpin bajak laut itu salut melihat keberanian Mary Read dan akhirnya merekrut wanita tersebut. Bersama dengan Mary Read, nama kelompok bajak laut Anne semakin terkenal dan menjadi daftar buronan paling diincar oleh pemerintah Inggris pada abad ke 17. Siapapun orang yang bisa menangkap kelompok tersebut hidup atau mati akan mendapatkan imbalan tinggi.

Karena sudah diiming-imingi dengan hadiah, akhirnya bajak laut lain, nelayan dan armada militer bersatu untuk menjatuhkan dan mengalahkan kelompok bajak laut Mary dan Anne. Akibat penyerangan itu, sebagian awak kapal Mary dan Anne akhirnya tewas dan beberapa yang selamat dijatuhi hukuman penjara karena saat itu Mary sedang hamil, maka wanita ini dibebaskan dari hukuman. Tapi pada akhirnya Mary meninggal karena sakit.

5. Jeanne de Clisson

Jeanne de Clisson memutuskan untuk berpetualang di wilayah perairan laut Inggris, karena dendam pada Raja Inggris yang mengeksekusi mati suaminya yang saat itu berprofesi sebagai bajak laut. Setelah kejadian itu, Jeanne de Clisson akhirnya membeli 3 kapal besar dan merekrut para nelayan yang tidak memiliki pekerjaan. Berawal dari sinilah jejak petualangan bajak laut pimpinan Jeanne dimulai dan namanya dikenal sebagai Lioness Brittany.

Bajak laut pimpinan Jeanne ini sangat kejam, karena mereka akan merampas harta kapal-kapal Perancis dan membunuh semua awak kapalnya. Perjalanan Jeanne dengan kelompok bajak lautnya ini bisa dibilang sangat mulus dan selalu gagal tertangkap oleh militer kerajaan Perancis. Namun setelah ia menikah dengan Sir Walter Bantley, seorang Letnan angkatan laut Inggris pada tahun 1356. Ia bertobat dan memutuskan karirnya sebagai bajak laut.

6. Cheng I Sao (Ching Shih)

Cheng I Sao merupakan salah satu bajak laut wanita yang sangat ditakuti dan paling berbahaya di dunia. Awalnya, Cheng I Sao ini adalah seorang pelacur, sebelum dinikahi oleh pria bernama Cheng I. Pasangan suami istri ini merupakan kelompok bajak laut paling menakutkan yang pernah ada di dalam sejarah. Mereka memiliki ratusan kapal dan lebih dari 50 ribu anak buah di sepanjang wilayah selatan China.

Pada tahun 1907, setelah suaminya meninggal, Cheng I Sao membangun kembali kekuatan kelompoknya dan bekerja sama dengan seorang pria yang merupakan bawahan sekaligus kekasih gelapnya. Setelah itu dia mencoba mengelilingi dan menguasai wilayah Asia Tenggara dan membuat suatu undang-undang khusus untuk kelompoknya. Karena kekuatan kelompok bajak lautnya sangat besar, pemerintah China, Inggris dan Portugal menjadikannya sebagai buronan utama.

Tidak ingin melawan semua negara tersebut, Cheng I sao menawarkan perjanjian untuk menyerah selama dia tetap diperbolehkan untuk menyimpan hartanya. Diketahui dalam sejarah, riwayat kisah Cheng I Sao meninggal pada tahun 1844 tepat diusianya yang ke 69 tahun, ketika ia memutuskan pensiun sebagai pemimpin bajak laut.

7. Pirate Queen Teuta of Illyria

Teuta hidup pada abad ke-3 sebelum masehi. Wanita ini merupakan bajak laut wanita pertama di dunia. Teuta menjadi seorang ratu dan memerintah suku Ardiaei. Kekuatan awak kapal yang besar membuat Teuta berhasil menguasai Laut Adriatic, yang memanjang di Semenanjung Balkan, Eropa.

Kelompok bajak laut Teuta ini terkenal sangat sadis dan tidak memiliki kompromi. Sepak terjang kelompok bajak laut Teuta membuat bangsa Yunani dan Roma kesulitan pada masa itu. Bahkan orang dari Roma sampai mengirim delegasi untuk melakukan negosisasi. Namun hal yang diinginkan Roma tak jadi kenyataan. Orang suruhannya tersebut justru dibunuh.

Kejadian ini menyulut perang dari dua belah pihak selama dua tahun. Namun Perang ini membuat dinasti Teuta runtuh, pasukannya kalah bertempur dengan militer kerajaan roma.

8. Sadie the Goat

Sadie the Goat, adalah nama julukan seorang bajak laut yang melakukan aksinya di sungai Hudson. Sewaktu masih muda, ia dikenal sebagai seorang penjambret yang kerap menjatuhkan korbannya dengan pura-pura ‘menyeruduk’. Itulah alasan mengapa ia mendapat julukan si kambing atau the Goat. Sadie kemudian memutuskan untuk berhenti jadi penjambret setelah kehilangan telinga kanannya, akibat bertarung dengan musuhnya.

Banyak mengenal para pelaku kriminalitas di wilayah tersebut, Sadie pun membentuk sebuah geng besar yang akhirnya melakukan aksinya di sekitar sungai Hudson. Mereka akan menangkap siapa saja yang lewat di sana, dan kemudian menjarah hartanya. Walaupun begitu, Sadie terkenal sebagai bajak laut wanita termiskin di dunia.

9. Jacquotte Delahaye

Jacquotte Delahaye merupakan wanita yang lahir di Haiti abad 17 masehi. Pada dasarnya ia adalah seorang wanita yang baik dan terpaksa menjadi seorang bajak laut untuk melindungi adiknya yang mengalami cacat mental. Ibunya meninggal saat melahirkan adik satu-satunya itu. Jacquotte menjadi bajak laut yang sangat handal dan kejam, sehingga selalu menjadi buronan pihak pemerintah.

Suatu ketika ia harus memalsukan kematiannya untuk menghindari buruan tentara. Lalu beberapa tahun kemudian muncul dengan kekejaman yang semakin menjadi. Jacquotte menguasai laut Karibia dengan beberapa rekan bajak laut wanitanya. Ia meninggal dunia karena ditembak saat berusaha menghindari tangkapan musuh.

Kehidupan bajak laut yang dijalani oleh wanita ini adalah kehidupan tersuram yang pernah ada. Mereka yang berasal dari kalangan yang berbeda, memiliki alasan tersendiri untuk memilih jalan menjadi seorang bajak laut atau perompak. Sebagaian dari mereka dilatarbelakangi karena kehidupan yang kurang baik dan tidak menyenangkan.