Trand Kecantikan Unik Sekaligus Menyeramkan Yang Ada di Dunia

Apa yang ada dibenak kamu jika mendengar kata cantik? Jawabannya pasti cewek putih, langsing, hidung mancung dan sexy bukan! Namun setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda-beda. Selain itu, setiap daerah juga memiliki standart kecantikan yang berbeda-beda begitu juga dengan kecantikan ada di berbagai Negara. Beberapa wanita dari suku tertentu juga memiliki tradisi unik agar bisa dikatakan cantik. Langsung ajah ikutin ulasan berikut ini.  

Tradisi Kecantikan Mengerikan di Dunia

Inilah jenis tradisi kecantikan yang ada di berbagai Negara yang wajib anda ketahui adalah sebagai berikut:

Penutup Hidung Suku Apatani

Suku Apatani tinggal di lembah Jiro, Arunachal Pradesh India Timur. Wanita-wanita Apatani terkenal lebih cantik dan diangap cantik daripada suku Harrunacal. Sejarah di balik penggunaan Tippei oleh perempuan Apatini ini terbilang menyedihkan. Dimana kecantikan mereka sering membawa malapetaka. Tradisi ini dilakukan sejak mereka mencapai kedewasaan, saat mereka mestruasi untuk pertama kali. Sejak dulum kelompok suku Apatani sering dipuji karena mereka melakukan pekerjaan bertani secara efesien. Mereka membuat penutup hidung tersebut dari colokan kayu yang disebut sebagai aksesoris. 

Leher Panjang Suku Kayan

Agar mendapatkan peredikat cantik, wanita-wanita dari suku Kayan ini memakai cincin kuningan di lehernya.  Suku Kayan adalah suku terasing yang dapat ditemui di pedalaman Myanmar, diperbatasan antara Burma dna Thailand. Walau cincin untuk leher tersebut cukup sakit dan membuat tidak nyaman serta berat, wanita-wanita suku Kayan tak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Semakin sakit dan berat cinci yang terpasang di lehernya, itu menandakan bahwa mereka semakin cantik.

Pemasangan cincin pertama dilakukan pada usia sekitar lima tahun. Setiap tahunnya, cincin-cincin tersebut akan bertambah sampai mereka lanjut usia dan kalung ini hanya boleh dilepas pada saat perempan tersebut menikah, bersalin, melahirkan dan meninggal dunia. Namun kini seiring dengan berjalannya waktu, mereka mulai terbuka dengan kehadiran orang luar termasuk kehadiran wisatawan yang ingin mengabadikan tradisi juga budaya mereka seperti halnya yang telah dilakukan oleh fotografer bernama Dmytro Ghilitukha.

Telinga Panjang Suku Dayak

Tradisi memanjagkan telinga sudah mulai dilakukan kepada orang yang terpilih sejak usia belia bahkan bayi dengan cara menindik telinga dengan bilah bambu kecil. Lalu akan diperbesar dengan bilah bambu yang lebih besar. Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan telinganya melebihi bahunya, sedangkan perempuannya boleh memanjangkannya hingga sebatas dada. Dikalangan masyarakat Dayak, pemanjangan daun telinga ini biasanyan menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelas berbentuk gasing ukuran kecil.

Dengan pemberat ini, daun telinga akan terus memanjangkan hingga beberapa sentimeter. Proses pemanjangan daun telinga ini diawali dengan penindian yang dilakukan sejak masih berumur satu tahun. Setiap satu tahun, anting atau subang perak akan digantungkan di telinga mereka. Untuk membedakan status dan jenis kelamin, gaya anting atau subang yang digunakan pun akan berbeda-beda. Cuping yang panjang juga dianggap simbol kecantikan seorang perempuan Dayak.

Lip Plate Suku Mursi

Salah satu suku unik di dunia ini memiliki sebuah piring di bibirnya. Suku Mursi dikenal sebagai salah satu suku yang unik di dunia. Piringan yang bundar dan cukup besar, menggantung di bagian bawah bibirnya.  Tradisi ini disebut ‘labret’ atau ‘lip plate’, biasanya ini dilakukan pada gadis berusia 15 hingga 16 tahun sejak ratusan tahun lalu. Labret ini menggunakan piring yang terbuat dari tanah liat atau plat kayu.

Ini pasti sangat sakit, karena bagian bawah mulut diiris sepanjang 1 sampai 2 cm lalu dimasukkan piringan bulat ke dalam irisan luka tersebut. Setelah 2 atau 3 minggu, piringan tersebut diganti dengan ukuran yang lebih besar hingga mencapai diameter 10 sampai 15 cm bahkan ada yang hingga 25 cm. Piring di mulut para wanita suku Mursi ini menandakan bahwa mereka memiliki daya tahan tubuh yang kuat, kedewasaan dan kecantikan. semakin besar piring, menandakan wanita yang menggunakannya semakin dewasa dan siap untuk menikah.

Lotus Feet China

Memiliki kaki mungil hanya dilakukan oleh wanita keturunan bangsawan yang dianggap di melambangkan keindahaan dan kemakmuran. Lotus feet merupakan simbol kecantikan yang sudah ada sejak pada abad ke-10. Proses pembentukan kaki seroja ini dilakukan sejak anak berusia 4 sampai 7 tahun. Awalnya kaki akan diolesi dengan ramuan tumbuh-tumbuhan dan darah hewan agar lemas dan kuku kaki dipotong sedalam mungkin, lalu semua jari-jari akan ditekuk kearah telapak kaki hingga tulang-tulang nya patah.

Jari kaki yang menempel pada telapak kaki kemudian diikat erat dengan kain dan ditekuk sejajar dengan tungkai sampai kepunggung kaki, lalu diikat lagi dengan kain panjang. hasilnya kaki akan tumbuh ideal dengan panjang sampai 7 hingga 9 cm setelah pengikatan selama 2 tahun. Gadis tersebut akan berjalan sangat perlahan dengan bertumpu pada tumit saja sehingga cara berjalannya akan berlengak-lengok. Nah gaya berjalan inilah yang dianggap mengemaskan dan seksual bagi para pria di China.

Jidat Tinggi Orang Fula

Suku Fula merupakan salah satu suku yang ada di Afrika. Jidat yang berbentuk tinggi menjadi ciri khas dari suku satu ini, standart kecantikan suku fula ini dimaksudkan untuk menghadirkan ilusi dari kepala mereka yang membawa sesuatu dikepala. Jadi semakin tinggi jidat seorang wanita suku Fula maka akan semakin menarik.  Tidak hanya di Afrika, Bahkan di Eropa sekalipun juga pernah menganggap hal tersebut pada abad pertengahan.

Di suku Fula sendiri anggapan tersebut berasal dari wanita Kayan yang mengenakan cincin kuningan di leher mereka. Dahi Jenong atau jidat lebar adalah salah satu jidat yang yang lebih panjang dan lebar dari jidat biasanya. Biasanya orang menutupi jidat jenong dengan poni yang menutupi dahi atau jidat.

Tubuh Gemuk di Mauritania

Gadis-gadis yang ada di Mauritania banyak yang harus menjalani penderitaan karena tradisi leblouh. Anak-anak yang menjalani Prose Leblouh ini akan di kirim ke tempat khusus, seperti camp untuk memakan 16.000 kalori tiap harinya. Leblouh merupakan tradisi yang sangat dihormati suku Mauritannis. Hal tersebut berawal dari masa pra Colonial.

Para lelaki suku Mauritania bakal jatuh cinta berat dengan wanita yang memiliki lipatan lemak diperut yang berlapis-lapis. Tradisi leblouh ini memang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat Mauritania. Standar kecantikan di negara itu sudah mulai bergeser ke arah barat, seiring dengan masuknya berbagai hiburan dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Inilah berbagai tradisi kecantikan yang mengerikan di dunia. Kecantikan seseorang dinilai berbeda-beda oleh setiap orang maupun di daerah. Mereka memiliki tradisi tersendiri menurut budaya masing-masing. Semoga info ini dapat menambah wawasan kalian ya guys.